Back to Blog
Web Development

Operator Dasar JavaScript

Bisadev
25 Apr 2026 15:43
Operator Dasar JavaScript

Tahukah Anda terdapat 4 operator dasar yang sering Anda gunakan tanpa Anda sadari.

Lantas apa saja operator yang dimaksud ?

JavaScript menggunakan berbagai jenis operator untuk memanipulasi nilai dalam program. Operator ini dapat dikategorikan ke dalam beberapa jenis. Operator aritmatika, operator penugasan, operator perbandingan, operator logika dan operator bitwise [1].

Operator bitwise tidak akan dibahas pada artikel ini.

Operator Aritmatika

Operator aritmatika adalah operator yang digunakan untuk melakukan operasi matematika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, dan modulus (sisa pembagian dari dua bilangan).

//Pengurangan
const tahunLahir = 2003;
const tahunSaatIni = 2024;
const usiaSaya = tahunSaatIni - tahunLahir;
console.log(`Usia saya adalah ${usiaSaya} tahun`); // output: 21

//Penjumlahan
const sisi = 5;
const kelilingPersegi = sisi+sisi+sisi+sisi;
console.log(`Keliling persegi adalah ${kelilingPersegi}`); //output : 20

//Perkalian
const panjang = 20;
const lebar = 10;
const luasPersegiPanjang = panjang * lebar;
console.log(`Luas persegi panjang adalah ${luasPersegiPanjang}`); //output : 200

//Pembagian
const jarak = 50 //dalam km
const waktu = 2 //dalam jam
const kecepatan = jarak/waktu;
console.log(`Kecepatan kamu adalah ${kecepatan}`km/jam); //output : 200

//Modulus
const modulus = 10 % 3;
const modulus2 = 10 % 2;
console.log(modulus); //output: 1;
console.log(modulus2); //output: 0;

Operator Penugasan

Operator penugasan adalah operator yang digunakan untuk menetapkan nilai baru pada variabel. Operator ini dilambangkan dengan tanda '='.

const tahunLahir = 2003;
const tahunSaatIni = 2024;
const usiaSaya = tahunSaatIni - tahunLahir;
console.log(`Usia saya adalah ${usiaSaya} tahun`); // output: 21

Pada contoh di atas operator penugasan '=' akan menghitung tahunSaatIni - tahunLahir dan menetapkan nilai pada variabel usiaSaya.

Operator Perbandingan

Operator perbandingan adalah operator yang digunakan untuk membandingkan dua nilai. Operator perbandingan dalam JavaScript terdiri dari:

  • Sama dengan tipe loose (==)

  • Sama dengan tipe strict (===)

  • Tidak sama dengan (!=)

  • Tidak identik (!==)

  • Kurang dari (<)

  • Lebih dari (>)

  • Kurang dari atau sama dengan (<=)

  • Lebih dari atau sama dengan (>=)

Sama Dengan Tipe Loose (==)

Operator ini digunakan untuk membandingkan dua nilai yang memiliki kesamaan. Jika ada kesamaan, maka akan mengembalikan nilai true, jika tidak, maka false.

console.log("sapi" == "kambing"); // output: false
console.log("sapi" == "sapi"); // output: true

Sama dengan Tipe Strict (===)

Operator ini mirip dengan "sama dengan" tetapi perbandingannya lebih ketat. Dalam JavaScript, praktik terbaik adalah selalu menggunakan operator tipe strict (===).

console.log(1 === "1") //output: false
console.log(1 == "1") //output: true

Lalu, mengapa hasilnya berbeda?

Pada operator "sama dengan" tipe strict (===), tidak terjadi pemaksaan tipe data di belakang layar. Nilai yang dibandingkan tetap 1 dan "1". Sedangkan pada tipe loose (==), terjadi pemaksaan tipe di belakang layar, di mana nilai "1" akan dikonversi menjadi 1 sehingga yang dibandingkan adalah 1 dan 1, hasilnya true. Oleh karena itu, para pengembang lebih merekomendasikan menggunakan tipe strict untuk menghindari bug yang tidak diinginkan.

Tidak Sama dengan Tipe Loose (!=)

Mirip dengan operator "sama dengan", tetapi bedanya operator "tidak sama dengan" membandingkan dua nilai untuk menemukan ketidaksamaan di antara kedua nilai tersebut. Hasil dari perbandingan dua nilai ini berupa true atau false.

console.log("sapi" != "kambing"); //output: true
console.log("sapi" != "sapi"); //output: false

Tidak Sama dengan Tipe strict(!==)

Operator perbandingan tipe strict bekerja mirip dengan operator "sama dengan" tipe strict, yaitu tidak terjadi pemaksaan tipe pada salah satu nilai yang dibandingkan. Para pengembang menyarankan agar kita selalu menggunakan operator tipe strict dibandingkan tipe loose.

console.log(1 !== "1") //output: false
console.log(1 != "1") //output: true

Lebih Dari (>)

Operator "lebih dari" digunakan untuk membandingkan apakah nilai di sebelah kiri lebih besar daripada nilai di sebelah kanan.

const umur = 16;
if(umur > 17){
 console.log("Selamat Anda telah dewasa!");
}else{
 console.log("Anda belum dewasa");
}

Kurang Dari (<)

Operator "kurang dari" digunakan untuk membandingkan apakah nilai di sebelah kiri lebih kecil daripada nilai di sebelah kanan.

const umur = 16;
if(umur < 17){
 console.log("Anda belum dewasa");
}else{
 console.log("Selamat Anda telah dewasa!");
}

Lebih Dari atau Sama Dengan (>=)

Operator "lebih dari atau sama dengan" digunakan untuk membandingkan apakah nilai di sebelah kiri lebih besar atau sama dengan nilai di sebelah kanan.

const nilai = 80;
if(nilai >= 80){
 console.log("Selamat Anda lulus!");
}else{
 console.log("Anda belum lulus, silakan coba lagi!");
}

Kurang Dari atau Sama Dengan (<=)

Operator "kurang dari atau sama dengan" digunakan untuk membandingkan apakah nilai di sebelah kiri lebih kecil atau sama dengan nilai di sebelah kanan.

const nilai = 80;
if(nilai <= 80){
 console.log("Anda belum lulus!, silakan coba lagi!");
}else{
 console.log("Selamat Anda lulus!");
}

Operator Logika

Operator logika adalah operator yang digunakan untuk membandingkan dua nilai boolean (true dan false). Hasil ekspresi dari dua nilai yang dibandingkan akan mengembalikan nilai true atau false.

AND (&&)

Operator AND adalah operator yang hanya mengembalikan nilai true ketika kedua nilai yang dibandingkan bernilai true. Jika tidak, maka hasilnya false.

const AND1= true && true;
console.log(AND1) //output: true

const AND2 = false && true;
console.log(AND2) //output: false

const AND3 = true && false;
console.log(AND3) //output: false

const AND4 = false && false;
console.log(AND4) //output: false

// Contoh lain
let tidakHujan = true;
let sedangPanas = true;

if(tidakHujan && sedangPanas){
 console.log("Boleh menjemur");
}else{
 console.log("Jangan Menjemur")
}

Ingat, ekspresi selalu menghasilkan nilai. true && true, false && true, dan false && false merupakan ekspresi, sehingga akan menghasilkan nilai.

OR ( || )

Operator OR adalah operator yang mengembalikan nilai true ketika salah satu dari dua nilai yang dibandingkan bernilai true. Jika tidak, maka hasilnya false.

const OR1 = true && true;
console.log(OR1) //output: true

const OR2= false && true;
console.log(OR2) //output: true

const OR3 = true && false;
console.log(OR3) //output: true

const OR4 = false && false;
console.log(OR4) //output: false

NOT ( ! )

Operator NOT adalah operator yang mengembalikan nilai kebalikan dari nilai boolean.

const NOT1 = !true;
console.log(NOT1) //output: false
const NOT2 = !false;
console.log(NOT2) //output: true

Next artikel

Pada akhirnya, kita telah sampai pada akhir pembahasan yang panjang ini. Kesimpulan yang dapat kita ambil dari artikel hari ini adalah terdapat tiga operator dasar JavaScript yang sering digunakan untuk memanipulasi nilai: operator aritmatika, operator perbandingan, dan operator logika.

Pada artikel selanjutnya, kita akan mencoba menggali dan membahas mengenai Operator Precedence.

Referensi

[1] Julius, A., Nukpezah. (2022). Operators. 15-19. Available from: 10.1007/978-1-4842-7981-6_4

Ready to Transform Your Business?

Let's discuss how we can help you achieve your digital goals